Minggu, 25 Oktober 2015

Tentang JAVA dan Aplikasi JCreator

Pada postingan kali ini tentang JAVA. Apa itu JAVA? Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal..

Kali ini praktikum menggunakan applikasi JCreator. Berikut cara penginstallannya :

1.      Buka installer/setup JCreatornya, kemudian diintall lalu klik next, setelah itu klik I Accept dan klik Next lagi.


2.      Setelah itu kita simpan data Applikasinya dan selesai sudah install aplikasinya.


Apa itu aplikasi JCreator? JCreator yaitu program Java yang berdesign interface dimana kita bisa membuat aplikasi, project serta program Java yang kita inginkan. JCreator juga dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi Java dengan menu lebih banyak dan mudah dalam penggunaannya, seperti menu compile, run dan lain-lain. Pada program ini dapat digunakan untuk membuat project template.

Selanjutnya membuat program pada JCreator, Berikut langkahnya :
1.      Buka Aplikasinya kemudian pilih File>New>File. Untuk membuat file baru

2.   Lalu ketik kodingan pada lembar kerja berikut. setelah itu kita Compile. Sebelumnya jika kita ingin membuat data baru, harus dimasukkan ke folder yang namanya sama dengan nama data JCreatornya.
3.     Setelah kita Compile akan muncul jendela seperti ini. Dan menyatakan compile telah selesai dan berhasil. Lalu klik Run.

4.      Dan ini hasilnya dari kodingan tersebut.


Berikut adalah struktur Program JAVA :
Metode main() didefinisikan sebagai public static void, berikut penjelasannya        
·         public, berarti metode ini dapat dipanggil dari luar class
·         static, menunjukkan metode ini bersifat sama untuk semua class
·         void, berarti metode ini tidak mengembalikan nilai.
·         Argument args[] adalah array objek string argument baris-baris perintah
·         System.out.print(“”); = untuk mencetak hasil dari kodingan

Selasa, 23 Juni 2015

Protokol Pohon Rentangan (Spanning Tree Protocol {STP})

Protokol Pohon Rentangan (bahasa Inggris: Spanning Tree Protocol disingkat STP) adalah protokol jaringan yang menjamin topologi jaringan bebas-perulangan untuk penghubung Ethernet LAN. Fungsi dasar dari STP adalah untuk mencegah pengulangan penghubung dan radiasi siaran yang dihasilkan dari mereka. Pohon rentang juga memungkinkan desain jaringan untuk memasukkan cadang tautan (redundan) untuk menyediakan jalur cadangan otomatis jika tautan aktif gagal, tanpa bahaya dari perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan, atau kebutuhan untuk panduan mengaktifkan / menonaktifkan cadangan tautan ini.

Spanning Tree Protocol (STP) distandarisasi sebagai IEEE 802.1D. Seperti namanya, protokol ini bisa menciptakan pohon rentang dalam jaringan bertautan dari lapisan 2 layer penghubung (biasanya switch ethernet), dan menonaktifkan tautan tersebut yang bukan bagian dari pohon rentang, meninggalkan jalur aktif tunggal antara dua node jaringan.
STP ini berdasarkan algoritma yang ditemukan oleh Radia Perlman ketika bekerja untuk Digital Equipment Corporation
.
Spanning Tree Protocol pertama ditemukan pada tahun 1985 di Digital Equipment Corporation oleh Radia Perlman Pada tahun 1990, IEEE menerbitkan standar pertama untuk protokol sebagai 802.1D, berdasarkan algoritma yang dirancang oleh Perlman. Berikut versi diterbitkan pada tahun 1998 dan 2004, yang menggabungkan berbagai ekstensi.

Meskipun tujuan standar adalah untuk mempromosikan menjalin kerja sama peralatan dari vendor yang berbeda, implementasi yang berbeda dari standar tidak dijamin untuk bekerja, misalnya karena perbedaan dalam pengaturan waktu default. IEEE mendorong vendor untuk menyediakan "Protocol Implementation Conformance Statement", menyatakan kemampuan dan pilihan yang telah dilaksanakan, untuk membantu pengguna menentukan apakah implementasi yang berbeda akan interwork dengan benar.


Selain itu, awalnya Perlman terinspirasi Spanning Tree Protocol, yang disebut DEC STP, bukan standar dan berbeda dari versi IEEE pada format pesan serta pengaturan waktu. Beberapa penghubung melaksanakan kedua IEEE dan versi DEC dari Spanning Tree Protocol, tapi menjalin kerja sama dengan mereka dapat membuat masalah untuk administrator jaringan, seperti yang digambarkan oleh masalah yang dibahas dalam dokumen Cisco online (dalam jaringan).

Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blogjejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".

Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
1.      Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
2.      Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
3.      Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
4.      Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisiradio, atau korandibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Menurut Antony Mayfield dari iCrossing, media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan personal branding.